10 KM Bersama
Libur lebaran kemarin tidak ada yang istimewa,hanya diam dirumah bukan
hal yang mengasikan bukan? Saat lebaran pun kami hanya seperti biasa.
Berkumpul bersama keluarga besar dan bersilaturahmi keliling desa.
Lebaran kemarin juga lebih terasa sepi, tidak seperti tahun lalu yang
sangat ramai.
Tapi aku akan ceritakan satu hari yang aku pikir menyenangkan untuk diceritakan.
Saat
itu aku baru saja selesai mandi waktu mendengar suara ramai dari ruang
tamu. Ternyata saudara-saudaraku sedang bermain disini. Kami bermain
bersama,saling mengejek satu sama lain dan tertawa bersama.
Ketika
mereka mau pulang, Mba Risha mengatakan kalau besok mereka mau
jalan-jalan pagi ke waduk sempor. Karena aku belum pernah berjalan
kesempor aku mengatakan ingin ikut dengan mereka besok pagi karena
kebetulan kakak ku-mas Ade juga ikut.
Kami tidur cepat pada malam
harinya. Takut jika kami kesiangan dan malah tidak jadi pergi kesana.
Tepat jam 04.40 alarm hp ku berbunyi mengalunkan lagu "Refrain Penuh
Harapan". Aku terbangun untuk mematikan alarm,tapi karena masih ngantuk
aku kembali tidur.
Tidak lama setelah itu,aku merasakan tempat
tidurku bergoyang. Awalnya aku berfikir itu hayalanku karena aku tidur
dikasur lantai bersama kakakku. Tapi,karena goncangannya semakin kencang
aku segera bangun dan membangun kakak ku dan kedua orang tua ku. Aku
baru tersadar jika itu gempa bumi.
Baru saja kami berlari keluar
rumah,gempa itu sudah berhenti. Walau sebentar tapi cukup membuat aku
kaget dan pusing karena saat bangun aku langsung berteriak dan bangun
dengan cepat.
Aku masuk kerumah lalu mengambil hp untuk mencari
informasi,belum banyak info ternyata. Yang aku baca tidak hanya
Gombong/Kebumen saja yg terkena gempa, ternyata gempa itu terasa sampai
Jogja. Yang terpikir langsung olehku adalah gempa ini bukan dari sebuah gunung tapi lempeng bumi entahlah aku juga tidak yakin.
Jam 05.15 tepat kami berangkat dari rumah ke Sempor,perjalanannya ternyata tidak seperti yang aku kira. aku pikir hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk kesana dengan berjalan kaki ternyata tidak. Kami harus sesekali berlari agar cepat sampai kesana. Yang paling menyebalkan adlah saat kami harus berlari ditanjakan, huaahhh...itu lebih melelahkan.
Sesampainya disana kami langsung memesan menu andalan disana Mendoan,rasa lelahnya terganti menjadi nikmat setelah menikmati Mendoan itu,walau hnaya mendoan tapi kita bersama bersama dengan teman itu sudah cukup. dari pada makan-makanan mewah tapi sendirian lebih baik makanan sederhana tapi bersama :)
Setelah itu kami kembali berjalan-jalan,berfoto,dan mengingat masa kecil dulu. kami tertawa bersama saat itu. Sayangnya kami sudah harus pulang. Diperjalanan pulang kami lewat terobosan jaln, sedikit takut ketika Etha bilang bahwa biasa ada ayam kalkun dan angsa dijalan terobosan itu yang suka mngejar orang lewat. Untungnya saat itu tidak ada.
Saat kami mulai mengeluh lelah kami disuguhkan dengan pemandangan alam yang sangaaaattt indah. Kanan dan diri kami sawah,tidak jauh dari sana sungai berbatu yg tidak dalam mengalir dengan jernih,burung-burung masih berkicau bersahutan dan gumpalan awan dilangit yang menutupi teriknya sinar matahari.
kami terus berjalan menyadari waktu yang semakin siang. Butuh sekitar setengah jam baru kami sampi rumah masing-masing. Sampai dirumah aku langsung melepas sepatu lalu beristirahat di kasur. Kaki ku tersa sakit berjalan kaki sekitar 10 KM ini. Tapi tak apa.. 10 KM ini menyenangkan,berkumpul bersama dan tertawa. Jarang sekali ada waktu untuk kami berkumpul seperti itu.
Naahh... Ini kisah liburanku. bagaimana dengan mu???
--'End'--